WHEATBREAD

failure in disguise

2012 Recap

Tahun lalu menawarkan sekaligus memberikan banyak hal menarik. Tiap bulan selalu ada kejutan, tanpa terkecuali.

Di awali dengan Januari hingga Maret yang sangat melelahkan. Mempersiapkan banyak hal untuk mendukung berlangsungnya acara Sinofest XI tak ayal sering kali membuat waktu rasanya tak pernah cukup. Mondar-mandir menghubungi berbagai pihak untuk hadir dan mendukung acara ini memberikan pengalaman tersendiri—bagaimana berhadapan dengan mereka yang memang tertarik, pura-pura tertarik, atau ada juga yang sama sekali tak peduli.
Persiapan dan menjalani Pemilihan Mahasiswa Berprestasi FIB UI ikut serta membuat hari menjadi lebih berwarna.

Kewajiban utama menjalanankan ā€˜ibadah’ perkuliahan juga tidak mungkin ditinggalkan begitu saja. Membagi waktu belajar, rapat, menghubungi ini itu, bertemu ini itu… Semuanya menjadi ā€˜makanan’ sehari-hari.

Kegiatan sebanyak itu tidak mungkin terlewati dengan baik kalau orang-orang di sekitarku tak mendukung. Teman-teman panitia yang menyenangkan dengan suasana kekeluargaan yang sangat nyaman membuat aku tak ingin menyerah untuk ikut serta menyukseskan acara tersebut. Keluarga juga punya peran tersendiri dalam mendukungku, selalu, seperti biasanya. Teman-teman di luar kepanitiaan juga tak sedikit yang memberikan dukungan, sangat, sangat menyenangkan.

April datang menyapa dengan adanya harapan yang hilang. Bersyukur di tengah ā€˜badai’ masih ada mereka yang setia menemani. Acara yang sudah dipersiapkan juga berjalan dengan sangat baik dan menyenangkan. Menjadi kenangan tersendiri bagiku, juga bagi teman-teman yang kala itu segera akan meninggalkan bangku kuliah. Kesuksesan tersebut juga menjadi obat penawar, akan tetapi ada rasa pahit yang tersisa. Selamat jalan, Mas Dekun. Terima kasih atas bantuannya ☺

ā€œBadai pasti berlaluā€, ā€œhabis gelap terbit lah terangā€, ā€œpelangi setelah hujan redaā€. Itu yang terjadi dengan Mei-Juli ku.

Terang dan pelangiku tak berlangsung sebentar, cerita ini juga tak hanya sekedar…